728 x 90

CFI INDONESIA DAN LSP KJL GELAR TAHAP KEDUA PENYUSUNAN SKEMA SERTIFIKASI EAFM

cfi-indonesia.id — Setelah sukses menggelar workshop pertama mengenai penyusunan skema sertifikasi Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), CFI Indonesia bersama LSP Konservasi dan Jasa Kelautan (KJL) kembali melanjutkan tahap berikutnya melalui workshop kedua yang dilaksanakan di Swisbell Hotel, Bogor (15/08/2025).

Pertemuan ini difokuskan pada peninjauan dan pengembangan lebih lanjut terhadap draft sepuluh skema uji kompetensi EAFM. Diskusi berlangsung intensif dengan menekankan pentingnya konsistensi penggunaan template skema, penentuan level kompetensi, serta penyelarasan dengan standar nasional.

Kegiatan Penyusunan Skema Sertifikasi EAFM difasilitasi oleh CFI Indonesia bersama LSP Konservasi dan Jasa Kelautan ikut dihadiri Perwakilan WWF GEF Agency (15/08/2025)

Dalam sesi pleno, para komite skema, asesor kompetensi, dan tenaga ahli menekankan perlunya kejelasan persyaratan pendidikan, pengalaman kerja, serta indikator teknis yang berbasis data lapangan. Berbagai hal dibahas, termasuk verifikasi persyaratan dasar untuk sertifikasi kompetensi, pengembangan kriteria evaluasi pengalaman kerja di lapangan, penyesuaian kurikulum pelatihan sesuai kebutuhan sektor perikanan, serta mekanisme pemantauan untuk tindakan perbaikan perikanan. Para peserta juga menyoroti pentingnya menetapkan indikator standar untuk mengukur kemajuan implementasi EAFM secara berkelanjutan.

Sebagai hasil konkret dari workshop ini, tiga skema EAFM berhasil diselesaikan dan ditandatangani, yakni Perencana Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (SKM-160-025), Pelaksana Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (SKM-160-026), dan Evaluator Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (SKM-160-027). Selain itu, dilakukan penyesuaian pada sejumlah nama skema untuk menghindari duplikasi istilah dan memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional. Penyesuaian tersebut meliputi skema yang berperan penting dalam penyediaan data perencanaan EAFM, pengumpulan data perikanan, pemetaan sumber daya perikanan, hingga spesialis senior di bidang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Direktur LSP Konservasi dan Jasa Kelautan bersama Para Peserta Workshiop 2 Penyusunan Skema Sertifikasi EAFM (15/08/2025)

Direktur LSP Konservasi dan Jasa Kelautan, Dr.  M. Fedi Alfiadi Sondita, menegaskan bahwa proses standarisasi ini bukan hanya untuk kebutuhan nasional, tetapi juga membuka peluang pengakuan di pasar internasional. Ia menekankan bahwa skema tersebut akan menjadi fondasi bagi sertifikasi tenaga profesional perikanan yang diakui secara nasional, bahkan berpotensi diakui secara global.

Project Manager GEF-6 CFI Indonesia Dr. Adipati Rahmat menambahkan bahwa skema sertifikasi ini penting untuk memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan agenda ekonomi biru yang tengah digencarkan oleh pemerintah.

Workshop kedua ini menandai kemajuan signifikan menuju harmonisasi standar kompetensi kerja nasional di bidang EAFM. Ke depan, CFI Indonesia bersama LSP Konservasi akan melanjutkan finalisasi sepuluh skema uji kompetensi sekaligus menyiapkan uji coba penerapan sertifikasi di lapangan, sebagai langkah nyata dalam mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.

0 COMMENTS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

0 Comments