Setelah Raja Ampat dan Kota Tual, Inisiatif Champion hadir di KNMP Waelihang, Kabupaten Buru, memperkuat kapasitas masyarakat pesisir, mendorong pemberdayaan perempuan, dan mendukung Program Strategis Nasional pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih.
Kabupaten Buru, Maluku – Pemberdayaan masyarakat pesisir tidak cukup dilakukan melalui pelatihan semata. Keberhasilannya diukur ketika masyarakat yang sebelumnya menjadi penerima manfaat mampu tumbuh menjadi penggerak perubahan dan membagikan pengalaman kepada komunitas lain. Pendekatan inilah yang terus dikembangkan GEF-6 Coastal Fisheries Initiative (CFI) Indonesia melalui Inisiatif Champion Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dilaksanakan di KNMP Waelihang, Kabupaten Buru, pada 31 Juli–2 Agustus 2026.
Foto bersama peserta, narasumber, dan penyelenggara Inisiatif Champion Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di KNMP Waelihang, Kabupaten Buru, usai pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas UMKM masyarakat pesisir, 31 Juli–2 Agustus 2026.
Bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Buru, kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas kelompok perempuan pesisir, penyuluh perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Buru. Selama tiga hari, peserta memperoleh pelatihan diversifikasi produk olahan hasil perikanan dan ecoprint sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Project Secretary GEF-6 CFI Indonesia, Nuranti Anarkhis, mengatakan bahwa pendekatan Champion dirancang agar proses pemberdayaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi melahirkan masyarakat yang mampu menjadi mentor bagi komunitas lainnya.
"Melalui Inisiatif Champion, kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi membangun proses pembelajaran yang berkelanjutan. Keberhasilan sebuah program bukan ketika masyarakat selesai dilatih, melainkan ketika mereka mampu menjadi pelatih bagi masyarakat lainnya," ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan didampingi langsung oleh Nuranti Anarkhis bersama Hasan Sangadji, Site Manager WPP 715 GEF-6 CFI Indonesia, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan selaras dengan tujuan program, mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan kelompok, hingga membangun jejaring kemitraan yang mendukung keberlanjutan usaha masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru, Ufairah Bin Thahir, membuka sekaligus menyampaikan arahan pada kegiatan Inisiatif Champion Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Waelihang, Kabupaten Buru, 31 Juli 2026.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru, Ufairah Bin Thahir, yang menegaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan fondasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Pemberdayaan masyarakat adalah investasi jangka panjang. Ketika masyarakat memiliki keterampilan, mampu mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, dan terhubung dengan pasar, maka kesejahteraan nelayan akan tumbuh secara berkelanjutan," katanya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran teori dan praktik mengenai diversifikasi produk olahan hasil perikanan, teknik pengolahan yang higienis, pengendalian mutu, pengemasan produk, pengembangan usaha, hingga pembuatan produk ecoprint berbahan dedaunan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, GEF-6 CFI Indonesia menghadirkan narasumber dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, yaitu Dr. Liliek Soeprijadi dan Pola S.T. Panjaitan, yang membimbing peserta mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan yang baik, pengendalian mutu, pengemasan, hingga strategi meningkatkan daya saing produk agar mampu bersaing di pasar.
Salah satu ciri khas kegiatan ini adalah pendekatan Champion, yaitu menghadirkan masyarakat binaan yang telah berhasil mengembangkan usahanya untuk menjadi instruktur bagi kelompok lain. Pelatihan ecoprint dipandu langsung oleh Sintawati dan Anisa Wally, anggota Kelompok Mahina Laha, yang sebelumnya merupakan peserta program GEF-6 CFI Indonesia.
Champion GEF-6 CFI Indonesia, Sintawati, anggota Kelompok Mahina Laha, berbagi pengetahuan dan pengalaman terbaik sekaligus melatih peserta memproduksi ecoprint menggunakan pewarna alami dari berbagai jenis daun dan tumbuhan lokal pada Inisiatif Champion Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Waelihang, Kabupaten Buru.
Kini, keduanya telah berkembang menjadi pelatih yang dipercaya membagikan pengalaman kepada masyarakat pesisir di wilayah lain.
"Dulu saya datang sebagai peserta pelatihan. Hari ini saya dipercaya menjadi instruktur untuk melatih kelompok lain. Saya berharap pengalaman ini membuktikan bahwa masyarakat pesisir juga mampu berkembang, berbagi ilmu, dan menginspirasi komunitas lainnya," ujar Sintawati.
Pelaksanaan di KNMP Waelihang merupakan bagian dari rangkaian Inisiatif Champion GEF-6 CFI Indonesia yang sebelumnya telah dilaksanakan di KNMP Warmasen, Kabupaten Raja Ampat, dan KNMP Ohoi Labetawi, Kota Tual. Ketiga lokasi tersebut menjadi laboratorium pembelajaran untuk menguji sekaligus mereplikasi praktik-praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis potensi lokal.
Menurut Hasan Sangadji, pendekatan tersebut membangun jejaring pembelajaran antarkomunitas sehingga keberhasilan di satu wilayah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.
"Waelihang merupakan lokasi ketiga pelaksanaan Inisiatif Champion setelah Raja Ampat dan Kota Tual. Model ini membuktikan bahwa praktik-praktik baik yang tumbuh dari masyarakat dapat direplikasi di Kampung Nelayan Merah Putih lainnya sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir dan implementasi Ekonomi Biru," jelasnya.
Dr. Liliek Soeprijadi dan Pola S.T. Panjaitan dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang memberikan pelatihan praktik pengolahan produk berbahan baku ikan kepada peserta Inisiatif Champion Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Waelihang, Kabupaten Buru.
Pendekatan tersebut juga mendukung implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebagai bagian dari Program Strategis Nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis perikanan yang mengintegrasikan peningkatan kesejahteraan nelayan, hilirisasi produk perikanan, pemberdayaan perempuan, dan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga. Diversifikasi produk olahan hasil perikanan dan pengembangan produk ecoprint membuka peluang usaha baru yang memanfaatkan potensi lokal secara kreatif, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen GEF-6 CFI Indonesia dalam mendorong implementasi Blue Economy melalui pemberdayaan masyarakat yang inklusif.
Kain batik ecoprint hasil karya peserta dijemur sebagai tahapan akhir proses produksi setelah melalui pelatihan pemanfaatan pewarna alami berbahan daun dan tumbuhan lokal pada Inisiatif Champion Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Waelihang, Kabupaten Buru.
Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan, kegiatan ini turut mendapat perhatian PT Bank Mandiri (Persero) Cabang Namlea dan Waeapo. Kehadiran sektor perbankan menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang akses pembiayaan bagi kelompok-kelompok masyarakat yang telah menunjukkan kesiapan mengembangkan usahanya.
Kolaborasi antara GEF-6 CFI Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Buru, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, Champion GEF-6 CFI Indonesia, kelompok masyarakat, dan sektor perbankan menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat pesisir membutuhkan sinergi lintas sektor.
Melalui Inisiatif Champion Kampung Nelayan Merah Putih, GEF-6 CFI Indonesia berharap lahir semakin banyak agen perubahan yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat, memperluas jejaring usaha, dan mendorong tumbuhnya ekonomi pesisir yang tangguh. Model ini diharapkan terus direplikasi di berbagai Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia sehingga pemberdayaan masyarakat tidak lagi dipandang sebagai program jangka pendek, melainkan menjadi gerakan bersama menuju pembangunan perikanan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
0 COMMENTS